Dimasa kemajuan teknologi pada massa
kini, televisi masih merupakan sebuah pilihan media massa yang sempurna
dibanding dengan surat kabar, radio, film, dll. Penonton bisa secara langsung
melihat gambar secara utuh dan nyata disertai dengan suara aslinya. Televisi
pada saat ini merupakan salah satu media yang tidak lepas dari manusia selain
gadget.
Khususnya anak-anak pada masa kini
lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi dibanding dengan
bermain dengan sesama sebayanya. (Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dan
anak-anak menghabiskan waktu 6,5 jam sampai 9,5 jam waktu mereka dalam sehari
untuk menonton televisi) (Kompas, 9 Februari 1996). (hutapea, 2010, hal. 1). Anak-anak banyak
melihat tayangan tentang kekerasan misal dalam film action, seringnya anak pada
masa ini yang langsung melihat adegan kekerasan misal berita, dan film action
dll.
(Berkowitz berpendapat bahwa kekerasan dalam berita televisi dapat mempengaruhi
penontonnya untuk menjadi lebih agresif.) (L. Dion
Praditya, 1999, hal. 52). Pendapat Berkowitz bertentangan dengan
sebagian besar peneliti yang sudah meneliti kasus tentang ini. Bahwa
(there are no data to indicate that watching violent acts reduces arousal or
the propensity of one to act aggressively). (Huesmann)
contohnya
seperti yang disimpulkan
dalam penelitian yaitu bahwa (tidak ada hubungan antara intensitas menonton tayangan
yang mengandung kekerasan di televisi dengan perilaku agresif pada anak sekolah
dasar di Keramat Sawah Kecamatan Senen Jakarta Pusat.) (Hutapea,
2010, hal. 5).
Anak sudah mulai terbiasa dengan
adegan kekerasan dan tidak adanya pengaruh terhadap agresivitas anak, Berkowitz
berpendapat seperti yang diatas tetapi sudah banyak penelitian-penelitian
tentang ini dan menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap agretivitas anak.bertolak
dari hasil analisa, maka saran-saran yang akan diajukan untuk penelitian
selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain selain faktor
intensitas misalnya pola asuh, peran jenis kelamin, traits-kepribadian, urutan
kelahiran, tingkat kecerdasan, dan umur.
REFERENSI
·
Praditya, L.
D., Wimbarti, S., &Helmi, A. F. (1999). PengaruhTayanganAdeganKekerasan
Yang NyataTerhadapAgresivitas. JurnalPsikologi, 26(1), 51-63.
·
Hutapea, B. (2011). Studi Korelasi
Intensitas Menonton Tayangan Yang Mengandung Kekerasan Di Televisi Dengan
Perilaku Agresif Pada Anak. Jurnal
Psikologi, 3(2).
·
Huesmann, L. R. (1982). Television
violence and aggressive behavior.Television and behavior: Ten years of
scientific progress and implications for the eighties, 2, 126-137.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar