Jumat, 15 April 2016

Essay Pengaruh Tayangan Televisi yang Mengandung Adegan Kekerasan Terhadap Agresivitas Anak

Dimasa kemajuan teknologi pada massa kini, televisi masih merupakan sebuah pilihan media massa yang sempurna dibanding dengan surat kabar, radio, film, dll. Penonton bisa secara langsung melihat gambar secara utuh dan nyata disertai dengan suara aslinya. Televisi pada saat ini merupakan salah satu media yang tidak lepas dari manusia selain gadget.
Khususnya anak-anak pada masa kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi dibanding dengan bermain dengan sesama sebayanya. (Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dan anak-anak menghabiskan waktu 6,5 jam sampai 9,5 jam waktu mereka dalam sehari untuk menonton televisi) (Kompas, 9 Februari 1996).  (hutapea, 2010, hal. 1). Anak-anak banyak melihat tayangan tentang kekerasan misal dalam film action, seringnya anak pada masa ini yang langsung melihat adegan kekerasan misal berita, dan film action dll. (Berkowitz berpendapat bahwa kekerasan dalam berita televisi dapat mempengaruhi penontonnya untuk menjadi lebih agresif.) (L. Dion Praditya, 1999, hal. 52). Pendapat Berkowitz bertentangan dengan sebagian besar peneliti yang sudah meneliti kasus tentang ini. Bahwa (there are no data to indicate that watching violent acts reduces arousal or the propensity of one to act aggressively). (Huesmann) contohnya  seperti yang disimpulkan dalam penelitian yaitu bahwa (tidak ada hubungan antara intensitas menonton tayangan yang mengandung kekerasan di televisi dengan perilaku agresif pada anak sekolah dasar di Keramat Sawah Kecamatan Senen Jakarta Pusat.)  (Hutapea, 2010, hal. 5).
Anak sudah mulai terbiasa dengan adegan kekerasan dan tidak adanya pengaruh terhadap agresivitas anak, Berkowitz berpendapat seperti yang diatas tetapi sudah banyak penelitian-penelitian tentang ini dan menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap agretivitas anak.bertolak dari hasil analisa, maka saran-saran yang akan diajukan untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain selain faktor intensitas misalnya pola asuh, peran jenis kelamin, traits-kepribadian, urutan kelahiran, tingkat kecerdasan, dan umur. 


REFERENSI

·         Praditya, L. D., Wimbarti, S., &Helmi, A. F. (1999). PengaruhTayanganAdeganKekerasan Yang NyataTerhadapAgresivitas. JurnalPsikologi, 26(1), 51-63.
·         Hutapea, B. (2011). Studi Korelasi Intensitas Menonton Tayangan Yang Mengandung Kekerasan Di Televisi Dengan Perilaku Agresif Pada Anak. Jurnal Psikologi, 3(2).
·         Huesmann, L. R. (1982). Television violence and aggressive behavior.Television and behavior: Ten years of scientific progress and implications for the eighties, 2, 126-137.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar